Harapan Bunda
HOME PROFIL LAYANAN DAN FASILITAS KARIR KONTAK

ENDOSKOPI THT

Endoskopi THT

Di dalam era globalisasi seperti sekarang ini, berbagai kemajuan di berbagai bidang kesehatan seakan tiada hentinya.Suatu teknik periksaan penunjang endoskopi memungkinkan bagi para ahli Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher (THT – KL) untuk mengetahui secara cepet dan tepat akan adanya kelainan-kelainan ataupun adanya keganasan pada daerah hidung, sinus paranasal dan nasofaring.

Tekhnik pemeriksaan Endoskopi dilakukan secara langsung kedalam tubuh kita dengan suatu alat yang disebut Endoskop tanpa menggunakan pembiusan dan tanpa rawat inap.

Endoskopi THT

RS Harapan Bunda khususnya di bagian rawat jalan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher (THT-KL), saat ini telah dilengkapi dengan peralatan tersebut. Ditunjang dengan keahlian dan keterampilan para Dokter Spesialis di Rumah Sakit ini, menjadikan diagnosis penderita semakin akurat.

Beberapa pemeriksaan dengan menggunakan alat endoskopi yang dapat dilakukan di bagian rawat jalan THT-KL adalah : Nasoskopi (Nasoendoskopi), Sinuskopi dan Nasofaringoskopi.

Nasoskopi (Nasoendoskopi) adalah suatu pemeriksaan rongga hidung, dapat digunakan untuk melihat adanya kelainan-kelainan di dalam rongga hidung, misalkan mengetahui adanya polip, penyebab mimisan dan lain sebagainya.

Sinuskopi merupakan pemeriksaan untuk melihat keadaan sinus paranasal yang dikenal masyarakat dengan penyakit sinusitis, dengan menggunakan alat endoskop.

Nasofaringoskopi merupakan pemeriksaan yang bertujuan untuk memperoleh gambaran langsung tentang adanya kelainan-kelainan ataupun adanya tumor di daerah nasofaring (daerah di belakang hidung).

RS Harapan Bunda kini telah dilengkapi dengan berbagai peralatan cangggih, kini mampu sebagai “One Stop Service Hospital” tanpa anda harus dirujuk ke rumah sakit lain. Kepuasan anda adalah tujuan utama kami.

Endoskopi THT

Pemeriksaan Rinolaryngoskopi

Apa?

Gambar 1Pemeriksaan nasolaringoskopi serat lentur adalah pemeriksaan hidung, belakang dan tenggorok dengan menggunakan rinolaringoskop serat lentur. Lihat gambar 1

Bagaimana ?

Pemeriksaan dilakukan di Poliklinik THT, untuk mengurangi perasaan tidak nyaman pada rongga hidung pasien disemprotkan cairan analgesia local. Pasien duduk menghadap layar monitor. Alata endoskop dimasukkan melalui rongga hidung, menyusuri dasar rongga hidung, belakang rongga hidung dan tenggorok, selama pemeriksaan tersebut dokter THT dapat mengevaluasi hidung (nose) nasofaring, faring (pharynx), epiglottis, pita suara dan batang tenggorok (trachea). Lihat gambar 2.

Gambar 2

Untuk apa?

PEMERIKSAAN RONGGA HIDUNG

Gambar 3Pemeriksaan ini dilakukan pada pasien dengan keluhan hidung tersumbat, ingus kental berbau, sakit pada pipi, penciuman berkurang dan mimisan. Dari pemeriksaan ini dapat diketahui kelainan di dalam rongga hidung seperti tulang hidung bengkok, polip  rinosinulitis, adenoid tumor di belakang rongga hidung. Gambar 3

PEMERIKSAAN TENGGOROK DAN PITA SUARA

Gambar 4Pemeriksaan ini dilakukan pada pasien dengan keluhan suara serak, sakit menelan, rasa mengganjal di tenggorok. Dari pemeriksaan ini dapat diketahui kelainan di dalam tenggorok dan pita suara. Biasanya dijumpai pada pasien dengan radang pita suara, nodul pita suara (singer nodul), tumor pita suara dan refluks laring faring.

PEMERIKSAAN MENDENGKUR dan OSA

Pada pasien yang mendengkur dan mengalami henti napas saat tidur (Obstructive Sleep Apnea/OSA) harus dilakukan pemeriksaan ini untuk mengetahui daerah yang mengalami sumbatan, seperti adenoid, amadel atau lidah yang terlalu tebal, sehingga penanganannya lebih optimal.

Gambar 5

PEMERIKSAAN FUNGSI MENELAN (FEES)

Gambar 6Pemeriksaan FEES atau Fiberoptic Endoscopic Evaluation of Swallowing, pemeriksaan fungsi menelan dengan menggunakan rinolaringoskop serat lentur, dilakukan pada pasien dengan keluhan sulit menelan, sering tersedak, terbatuk saat makan, ngeces dan penurunan berat badan. Biasanya keadaan tersebut dijumpai pada pasien stroke, Parkinson, Alzheimer, lansia, tumor dan trauma pada kepala dan leher. Dari hasil pemeriksaan itu ditentukan cara makan yang untuk memenuhhi kebutuhan pasien.