Harapan Bunda
HOME PROFIL LAYANAN DAN FASILITAS KARIR KONTAK

INI MUJIZAT DARI TUHAN

Dokter IndraKetika masuk di IGD RS Harapan Bunda, dr. Indra Sugiarno (45) yang pertama kali menangani Zulfikri. Dokter ayah 3 anak ini mengakui bahwa kondisi Zulfikri terbilang cukup parah. Yang pertama berhasil ditengarai adalah gejala Sepsis Neonatorum, atau infeksi berat sistemik tubuh. “Diagnose ini berdasarkan dari BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) yaitu hanya 1,4 kilogram, ada juga bilirubin atau sakit kuning yang kadarnya mencapai 20,4. Sempat juga beberapa kali mengalami periodic apno atau henti nafas.

Selain itu, suhu badan Zulfikri di bawah normal. Kurang dari 36. Kelainan ini disebut hipotermi. Maksudnya, termoregulator atau pengatur suhu yang ada di batang leher tidak berfungsi dengan semestinya. “Sebenarnya bayi lahir berwarna kuning itu biasa. Cuma bila sudah di atas 10, sudah dianggap patologis,” katanya. Tak cuma itu, Zulfikri juga mengalami sulit makan dan menyusu. Ini juga indikasi anak mengalami infeksi.

Tindakan dr. Indra setelah mengetahui kondisinya, langsung memasukkan Zulfikri ke inkubator. “Maksudnya agar suhu tubuhnya terjaga sesuai dengan suhu optimal. Kami pasang inkubator dengan suhu 36 derajat. Di samping itu juga kami berikan infus, juga oksigen. Untuk mengatasi infeksinya kami berikan antibiotik. Therapy hanya itu. Setelah infeksi berhasil diatasi, henti nafasnya berangsur hilang dan nafasnya kembali normal,” kata dr. Indra.

Nampaknya rumah sakit ini jadi muara terakhir dari kisah pencarian keselamatan. Dokter Indra lah salah satunya yang sangat peduli terhadap nasib Zulfikri. “Dalam situasi seperti ini, Zulfikri tidak butuh macam-macam. Hanya dengan perawatan minimal. Mungkin ini juga mujizat dari Allah SWT,” kenang dr. Indra.

Menurut dr. Indra, kondisi Zulfikri sudah jauh membaik. Kuningnya hilang, tinggal sekitar 9,9. Suhu tubuhnya pun normal. Di ajuga sudah mulai lasak (banyak bergerak), tidak lunglai lagi. “Selain itu, reflek hisap sudah mulai membaik. Dia sudah bisa ngedot. Jadi secara keseluruhan sudah membaik. Mudah-mudahan bila terus berangsur baik, selang untuk memasukkan susu ke mulutnya lewat hidung bisa segera dilepas. Bahkan nanti oksigenny akan kita lepas juga,” jelas dr. Indra.

Dalam kasus Zulfikri, dr. Indra memprediksikan hanya butuh 2 minggu Zulfikri bisa menjadi bayi normal. Pemberian antiinfeksi pada Zulfikri bisa dihentikan dalam 2 minggu. “Kami juga berharap Zulfikri bisa segera sembuh,” tandasnya.

Hanya orang-orang yang peduli terhadap sesama yang pantas menerima penghargaan, apapun bentuknya.

dikutip dari:
Tabloid Jelita, tanggal 01-07 Agustus 2005
teks & foto: Madina