Harapan Bunda
HOME PROFIL LAYANAN DAN FASILITAS KARIR KONTAK

KLINIK MENDENGKUR

KLINIK MENDENGKURMendengkur atau ngorok merupakan suatu keadaan yang terjadi saat kita tidur terutama bila lelah. Apabila hal ini terjadi hanya sesekali tidaklah berbahaya, namun bila mendengkur menjadi suatu kebiasaan makan akan menimbulkan masalah sosial maupun kesehatan misal terjadinya stroke, kelainan sistem pembuluh darah seperti tekanan darah tinggi, aritmia jantung, infark otot jantung, kegagalan jantung, Transient Ischemic Attack (TIA) ataupun meninggal saat tidur karena terjadinya sumbatan total jalan nafas (Obstructive Sleep Apnoe/OSA)

Umumnya pada saat tidur otot-otot yang mengendalikan lidah dan langit-langit lunak mulut (Palatum Molle) akan menahan supaya saluran udara bagian atas tetap terbuka, tetapi pada Sleep Apnoe (berhentinya nafas beberapa detik saat tidur) ini disebabkan karena terhalangnya saluran nafas atas akibat otot-otot ini melemas, sehingga saluran udara menyempit dan menyebabkan terjadinya dengkuran serta menghambat atau menghentikan pernafasan yang berakibat turunnya kadar O2 di dalam darah dan meningkatnya tekanan darah. Dalam keadaan seperti ini orang tersebut harus dibangunkan agar dapat kembali bernafas sehingga kadar O2 di dalam darah dan aliran darah ke otak kembali normal.

GEJALA OSA

  • Selalu terdengar bunyi dengkuran saat tidur lalu tiba-tiba henti nafas.
  • Penderita akan sering terbangun saat tidur baik secara sadar maupun tidak. Hal ini disebabkan karena terjadinya sumbatan jalan nafas yang menyebabkan otak mengirim sinyal untuk segera bangun.
  • Akibat terjadinya gangguan tidur yang mnyebabkan tidur menjadi tidak efisien, maka badan akan terasa tidak segar saat bangun tidur, sakit kepala pagi hari, rasa mengantuk siang hari, mudah tersinggung, rasa lemah, daya ingat dan kemampuang berpikir menurun, masalah seksual serta depresi.

PENYEBAB OSA

OSA disebabkan karena adanya penyempitan atau sumbatan nafas akibat getaran ataupun kolapsnya jaringan lunak saluran nafas atas, seperti:

  • Lemahnya langit-langit lunak pada rongga mulut (Palatum Molle) sehingga terjadi getaran saat tidur (terbanyak).
  • Penyempitan rongga tenggorok misalnya adanya kelainan bawaan, lidah, amandel ataupun adenoid yang besar.
  • Sumbatan hidung misalnya sekat hidung bengkok, massa di rongga hidung.
  • Obesitas dimana saluran nafas menyempit akibat penumpukan lemak.
  • Usia lanjut karena elastisitas jaringan menurun.

CARA PENGOBATAN

Perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengetahui dengan pasti penyebab mendengkur atau dimana letak penyempitan/sumbatan saluran nafas tersebut. Untuk itu diperlukan bantuan alat Endoskopi THT yaitu Nasolaringoskopi untuk menilai apakah terdapat sumbatan mulai dari rongga hidung, getaran langit-langit lunak mulut, rongga tenggorok hingga rongga laring. Demikian juga keadaan besar lidah, amandel dan adenoid.

Pemeriksaan Sleep Study/Polisomnografi penting dilakukan untuk menilai keadaan penderita di saat tidur dengan cara memeriksa EEG, EMG, ECG, beratnya ngorok, jumlah henti nafas, lokasi penyempitan dan kondisi kekurangan oksigen.

Bermacam cara dapat dilakukan yaitu:
Tanpa Operasi (sifat sementara)
Menggunakan peralatan yaitu Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) yang digunakan setiap kali penderita akan tidur.

Tindakan operasi (sfat menetap)

  • Pemasangan tiga buah pilar dengan bentuk seperti susuk yang disisipkan pada langit-langit lunak (Palatum Molle) yang berakibat langit-langit menjadi lebih kaku dan tebal sehingga akan mengurangi getaran dan sumbatan jalan nafas.
  • Radiofrequency
  • Uvulopalatopharingoplasty

Bagian THT Rumah Sakit Harapan Bunda dapat menangani masalah mendengkur Anda.